.

Newsroom

Beeswax Wrap: Solusi Kemasan Makanan Pengganti Plastik Sekali Pakai

Hyundai Motorstudio Senayan Park 2022.08.01
Beeswax Wrap: Solusi Kemasan Makanan Pengganti Plastik Sekali Pakai

Ada begitu banyak trik untuk mengganti plastik pembungkus makanan pada skala rumah tangga, salah satu yang populer yaitu memakai beeswax wrap. Tapi, bagaimana kemasan makanan ini bisa menjadi sangat populer?

Pemakaian plastik sebagai kemasan makanan memang sangat tidak dianjurkan. Bukan hanya karena plastik akan memicu sampah baru, tapi senyawa kimia dalam plastik juga berbahaya untuk kesehatan.

Beeswax wrap termasuk di antara solusi terbaik untuk membungkus makanan. Produk ini bisa dimanfaatkan berkali-kali untuk mengemas makanan, dan tidak mengandung senyawa kimia berbahaya yang mencemari makanan.

Apa Itu Beeswax Wrap?

Beeswax wrap merupakan terobosan terbaru untuk kemasan makanan ramah lingkungan tanpa harus bergantung pada produk yang terbuat dari plastik.

Secara umum, beeswax wrap terbuat dari kain yang dilapisi dengan beeswax (lilin lebah), rosin (sejenis resin alami terbuat dari tumbuhan), dan minyak jojoba atau kelapa. Semua material ini dikategorikan food-grade dan organik.

Hasilnya berupa lembaran kain yang fleksibel dan cukup bisa diandalkan untuk membungkus makanan. Lewat lapisan lilin yang digunakan, beeswax wrap sangat tahan air tapi tidak kedap udara sehingga sempurna sebagai media untuk menyimpan makanan.

Beeswax wrap tak hanya solusi terbaik untuk menghindari plastik sekali pakai, tapi juga merupakan alternatif terbaik untuk mengemas makanan yang mempunyai senyawa anti-bakteri.

Kemasan produk alami ini mampu menjaga makanan tetap segar dan tidak memicu sampah baru karena bisa dicuci dan digunakan kembali. Karena tidak kedap udara, makanan akan terjaga kesegarannya lebih lama.

Sebagai kemasan makanan ramah lingkungan, beeswax wrap dapat dipakai berulang kali sehingga membantu mengurangi ketergantungan kemasan plastik yang hanya menghasilkan polusi lingkungan.

Saat mencapai siklus akhirnya, karena sobek atau rusak, beeswax wrap dapat terurai secara alami dan tak membahayakan lingkungan. Produk ini cocok untuk rumah tangga yang ingin menerapkan gaya hidup zero-waste.

Apa Saja Makanan yang Bisa Disimpan Dengan Beeswax Wrap?

Hampir semua jenis makanan bisa disimpan dengan beeswax wrap, bahkan jika sudah dibuka atau dikupas. Buah, sayur, kue, keju, dan roti merupakan beberapa contohnya.

Buah seperti alpukat, lemon, jeruk, tomat, manga, atau jenis lain yang sudah dikupas bisa dibungkus dengan beeswax wrap lalu dimasukkan ke pendingin agar kondisinya lebih terjaga.

Berbagai jenis sayur, keju, dan kue kering juga disimpan untuk menjaga kualitasnya. Kue yang disimpan dalam beeswax wrap bisa bertahan dua minggu, sementara roti bisa bertahan sampai satu minggu.

Tips penting, saat akan membuka makanan yang dibungkus beeswax wrap dari lemari pendingin, usahakan menunggu beeswax wrap agar mencapai suhu ruangan. Membuka lebih cepat hanya akan membuat lapisan lilin pecah.

Semisal membawa bekal ke kantor, gunakan lagi beeswax wrap untuk membungkus alat makan yang kotor seperti sendok dan garpu.

Sayangnya, tidak disarankan menyimpan makanan panas dalam beeswax wrap. Sebab, makanan panas dapat merusak lilin yang melapisi beeswax. Makanan yang bisa disimpan dalam beeswax wrap sementara hanya terbatas pada produk makanan dingin atau yang memiliki suhu ruangan.

Begitu juga makanan berkuah, sebaiknya jangan dikemas dengan beeswax. Alasannya, mayoritas produk beeswax masih tersedia dalam bentuk lembaran, bukan seperti plastik yang biasa digunakan untuk membungkus makanan.

Juga, sangat tidak direkomendasikan untuk menyimpan daging mentah dalam beeswax, termasuk ikan mentah. Solusinya, masukkan daging dan ikan dalam mangkok lalu gunakan beeswax wrap sebagai penutup.

Berapa Lama Beeswax Wrap Dapat Bertahan?

Saat digunakan dan dirawat dengan layak, beeswax wrap bisa bertahan hingga 150-250 pemakaian. Secara umum, jumlah tersebut setara dengan dengan durasi pemakaian satu tahun.

Tapi berapa lama makanan yang disimpan dalam beeswax wrap dapat bertahan, ini akan bergantung sepenuhnya pada jenis makanan tersebut. Secara umum, makanan yang disimpan dalam beeswax wrap dan diletakkan di freezer mampu bertahan hingga tiga minggu.

Tapi karena beeswax wrap bukan merupakan kemasan produk yang kedap udara, sebaiknya tingkat kesegaran makanan di cek berkala.

Semisal frekuensi pemakaian beeswax wrap lebih rendah dari rata-rata, produk kemasan makanan ini bisa jadi bertahan lebih lama lagi.

Jika karena frekuensi pemakaian yang tinggi dan beeswax wrap mulai kehilangan lapisan lilinnya, ini bisa diperbaiki dengan meletakkan beeswax ke dalam pemanas selama 5 dan gunakan suhu paling rendah menit. Tapi tak semua beeswax wrap dapat diperbaiki dengan metode ini.

Saat beeswax wrap sudah berumur atau mulai kehilangan fungsinya, bisa jadi ini pertanda untuk segera mengganti dengan yang baru.

Potong beeswax wrap menjadi bagian-bagian kecil lalu jadikan kompos, atau buang di tempat sampah organik.

Bagaimana Cara Membersihkan Beeswax Wrap?

Sebagai produk ramah lingkungan, beeswax wrap bisa digunakan berulang kali sehingga harus dicuci saat kotor dan disimpan saat sudah bersih.

Perawatan beeswax wrap sebenarnya mudah dilakukan. Hanya dengan memakai air bersih lalu gosok lembut dan biarkan mengering. Untuk menghilangkan sisa makanan, bau, debu, atau kotoran sisa, tambahkan sabun cuci saat menggosok.

Yang harus diperhatikan, jangan memakai spons kasar atau yang bersifat abrasif, hanya dengan tangan itu sudah cukup.

Penting juga untuk diperhatikan, sebaiknya jangan menggunakan air panas saat ingin membersihkan produk beeswax apapun. Tak perlu juga menaruh beeswax wrap ke dalam mesin cuci karena akan merusak lapisan lilin.

Selesai dibersihkan, beeswax wrap tak perlu dijemur karena panas matahari dapat merusak lapisan lilin.

Untuk metode penyimpanannya, tempatkan beeswax wrap pada area yang teduh dan terhindar dari panas, termasuk alat rumah tangga yang menyimpan panas.


TOP