.

[Notice] Pedoman Social Distancing untuk pengunjung di Hyundai Motorstudio

Close

Newsroom

Antara Mobil Konsep dan Prototipe, Apa Saja Perbedaannya?

Hyundai Motorstudio Senayan Park 2022.08.05
Antara Mobil Konsep dan Prototipe, Apa Saja Perbedaannya?

Sebelum dirilis ke market untuk keperluan komersial, mobil harus melewati sejumlah rangkaian produksi. Langkah ini dimulai dengan membuat mobil konsep, dilanjut prototipe, lalu diproduksi, dan seterusnya. Lalu, apa beda mobil konsep dan prototipe?

Baik mobil konsep dan prototipe merupakan langkah awal dalam mendesain mobil. Sering dimaknai sama, dua tahapan produksi ini sebenarnya berbeda meski saling terkait.

Agar tak salah paham, uraian berikut merupakan penjelasan antara mobil konsep dan prototipe beserta poin yang membedakan keduanya.

Kenapa Harus Membuat Mobil Konsep dan Prototipe?

Dalam fase pengembangan mobil, membuat mobil konsep merupakan tahap paling awal sebelum disusul dengan prototipe. Beberapa produsen mobil bahkan memiliki divisi khusus yang bertugas mengembangkan konsep mobil yang akan diproduksi.

Mobil konsep merupakan ide dasar mobil, sementara prototipe merupakan perwujudan ide dalam bentuk yang lebih realistis.

Tujuan utama mengembangkan mobil konsep dan prototipe yaitu untuk mendemonstrasikan fungsi dan memverifikasi ide yang akan dikembangkan. Prototipe memungkinkan pengembang untuk memvisualisasikan bagaimana produk berfungsi sesuai ide dasar yang dianut.

Mobil konsep bertujuan untuk menguji ide dasar sehingga realisasinya dalam dunia nyata tak masuk dalam pertimbangan utama. Prototipe bertujuan sebaliknya, yaitu untuk menguji desain awal mobil yang akan diproduksi.

Beberapa produsen kadang menampilkan prototipe dalam ajang otomotif guna mengetahui respon konsumen, meski pada akhirnya beberapa prototipe tak pernah mencapai lini produksi sama sekali.

Singkatnya, mobil konsep menunjukkan bahwa mobil terbaru bisa dikembangkan, sementara prototipe menjelaskan bagaimana mobil tersebut akan dikembangkan.

Mobil Konsep

Mobil konsep jika dimaknai sederhana berarti ide dasar tentang bagaimana mobil sebenarnya nanti akan dibuat, termasuk menentukan tipe mobil apakah sedan, hatchback, SUV, atau lainnya.

Ini merupakan acuan dasar yang nanti akan direalisasikan dalam bentuk mobil fisik. Singkatnya, mobil konsep merupakan gambaran paling awal dari produk mobil yang akan diproduksi.

Nyatanya, 90% mobil konsep akhirnya diproduksi dan dilempar ke market untuk keperluan komersial. Angka ini menjelaskan kian pentingnya mobil konsep sebagai acuan awal untuk produksi mobil.

Secara sederhana, mobil konsep biasanya ditampilkan dalam bentuk desain digital tanpa ada penjelasan rinci tentang sistem penggerak, transmisi, fitur, dan komponen lain yang ada pada mobil.

Mobil konsep umumnya berisi desain mobil baru dari versi sebelumnya yang dilengkapi fitur terbaru serta desain exterior lebih segar, bahkan dengan platform baru. Walau mobil konsep sebenarnya dimaksudkan untuk mencari perhatian publik, tapi banyak produsen mengembangkan menjadi nyata semisal mendapat respon positif.

Terlebih jika mobil tersebut memakai bahan bakar terbarukan dan fitur yang terkomputerisasi, mobil konsep bisa merubah lanskap industri otomotif secara keseluruhan. Contoh terbaik yaitu mobil listrik yang sama sekali tak memproduksi emisi.

Pada dasarnya, mobil konsep menyediakan semua gambaran penting dari mobil yang akan dirilis di masa mendatang tanpa harus mewujudkannya secara fisik.

Prototipe Mobil

Semisal ide tentang konsep mobil disetujui, proses kemudian dilanjut dengan membuat prototipe. Mobil prototipe merupakan produk belum jadi dan hanya dibuat untuk keperluan uji coba saja.

Prototipe merupakan realisasi mobil konsep yang sudah disetujui untuk dikembangkan. Mobil prototipe tidak diproduksi dengan skala besar karena nantinya masih harus melewati rangkaian uji coba kelayakan dan keamanan.

Pabrikan membuat mobil prototipe dengan tujuan untuk mengimplementasikan ide dasar mobil konsep, termasuk desain baru dan teknologi yang akan disematkan.

Prototipe biasanya diuji dalam lab lebih dulu lalu di jalan umum untuk mengetahui seberapa bagus desain yang diusung dalam dunia nyata. Uji coba juga dimaksudkan untuk mempelajari detail mobil, termasuk performa dan efisiensi.

Uji coba akan menunjukkan jika ada kecacatan desain sehingga bisa disesuaikan dan diperbaiki sebelum diproduksi secara massal untuk keperluan komersial.

Sebelum memperkenalkan desain mobil terbaru, pabrikan biasanya menempuh langkah seperti ini. Untuk mencegah kebocoran desain ke publik dan kompetitor, produsen biasanya menutupi dengan kode warna tertentu untuk menyamarkan tampilannya.

Bentuk asli mobil disamarkan dengan memakai headlight versi sebelumnya, khususnya di bagian eksterior.

Walau demikian, tak jarang terjadi perubahan minor antara prototipe dengan desain akhir mobil yang diluncurkan ke publik. Termasuk komponen yang sering diubah yaitu lampu utama, lampu belakang, kamera, dan spion. Sementara dasbor dan kursi merupakan interior yang juga sering diubah.

Pra Produksi (Pilot Batch)

Begitu uji coba mobil prototipe dinyatakan sukses, pabrikan akan memproduksi mobil tersebut dalam skala kecil yang diistilahkan dengan pra produksi.

Mobil pra produksi tidak untuk dijual, dan jumlahnya biasanya tak lebih dari 100 unit. Tujuannya yaitu untuk mendapatkan data lebih banyak untuk bahan riset dan pengembangan.

Secara umum, mobil pra produksi merupakan versi awal dari mobil yang nantinya diproduksi massal. Semua fitur beserta teknologi juga sudah diintegrasikan ke mobil pra produksi. Jauh terbalik dengan mobil konsep yang tak bisa dikendarai.

Sedikit berbeda dengan mobil prototipe, model ini sudah bisa dikendarai secara terbatas dengan kecepatan maksimal 20 km per jam. Meski sudah dipamerkan di ajang otomotif, mobil prototipe biasanya dilucuti bahkan dihancurkan.

Semisal mobil pra produksi masih mengalami kendala di satu fungsi, penyesuaian akhir akan dilakukan lagi guna memperbaiki mobil tersebut sebelum masuk lini perakitan.

Setelah cacat diperbaiki, prototipe masih diuji coba lagi dengan jangka waktu tertentu. Semisal hasilnya dirasa memuaskan, prototipe akan masuk lini produksi untuk kemudian dikomersilkan.

Tak berapa lama, mobil edisi terbaru kemudian menghentak market lewat jalur distribusi yang sudah ditunjuk untuk mulai dijual ke konsumen.


TOP