Newsroom

Bikin Kamar Anak Makin Gemas! Ide DIY Dekorasi Kamar Estetik dari Barang Bekas Lewat Mixed Media Art

Hyundai Motorstudio Senayan Park 2026.06.04
Bikin Kamar Anak Makin Gemas! Ide DIY Dekorasi Kamar Estetik dari Barang Bekas Lewat Mixed Media Art

Libur akhir pekan udah di depan mata, nih! Kalau weekend kemarin kamu udah capek keliling mal atau ngajak si kecil main di luar, minggu ini mungkin rasanya pengen chill aja di rumah. Tapi masalahnya, kalau cuma diam di rumah, anak-anak biasanya langsung auto nempel sama layar gadget atau TV dari pagi sampai sore. 

Sebagai millennial parents, kita pasti sering pusing mikirin ide aktivitas screen-free (bebas layar) yang seru, nggak ngebosenin, tapi juga nggak bikin dompet jebol buat beli mainan baru. 

Nah, gimana kalau weekend ini kita ajak si kecil berkreasi bikin dekorasi kamar estetik dari barang-barang bekas yang ada di gudang? Selain bisa bikin kamar anak makin gemas, aktivitas yang dikenal dengan nama Mixed Media Art ini juga nyimpen segudang manfaat buat perkembangan otak mereka, lho. Yuk, bongkar kardus paketmu dan kita mulai seru-seruan bareng! 

Manfaat Ngenalin Mixed Media Art ke Anak: Messy is Good! 

Mungkin kamu mikir, "Duh, bikin kerajinan tangan bareng anak pasti ujung-ujungnya rumah jadi berantakan banget!" Wajar banget kalau kamu punya anxiety soal rumah berantakan. Tapi dalam dunia parenting, kadang kita harus sedikit kompromi dengan prinsip "Messy is good!" (Berantakan itu bagus!). Mixed Media Art yaitu seni menggabungkan berbagai medium seperti kertas bekas, cat, kain, dan lem dalam satu karya, adalah ruang bermain sensorik yang luar biasa buat anak. 

Ini dia beberapa manfaat kerennya: 

  • Melatih Motorik Halus: Aktivitas menggunting kertas, merobek majalah, dan meratakan lem pakai jari sangat efektif melatih otot-otot kecil di tangan anak. Ini penting banget sebagai bekal mereka belajar menulis nanti. 
  • Kebebasan Berekspresi Tanpa Takut Salah: Beda dengan buku mewarnai yang menuntut anak mewarnai "di dalam garis", seni mixed media nggak punya aturan baku. Kalau mereka mau menempel gambar kepala dinosaurus di atas badan mobil, ya sah-sah aja! Ini menumbuhkan rasa percaya diri mereka. 
  • Belajar Peduli Lingkungan (Upcycling): Secara nggak langsung, kamu lagi ngajarin nilai sustainability. Anak jadi tahu kalau kardus sisa paket atau majalah lawas nggak harus langsung berakhir di tempat sampah, tapi bisa disulap jadi barang bernilai seni

Step-by-Step DIY Bikin Hiasan Dinding / Papan Nama Kamar 

Nggak butuh alat mahal buat bikin dekorasi kamar estetik. Cukup siapkan kardus bekas, lem kertas/lem tembak (dengan pengawasan), gunting, majalah atau koran bekas, dan spidol/cat air. 

Kali ini, kita bakal bikin Nameplate (papan nama) bergaya rustic dan artsy untuk digantung di pintu atau dinding kamar anak. 

Langkah-langkahnya: 

  1. Siapkan Kanvas Kardus: Potong kardus bekas paketan membentuk persegi panjang, lingkaran, atau bentuk awan sebagai papan dasarnya (base). Biarkan tekstur kardusnya terlihat biar makin estetik. 
  2. Sesi Merobek (Bagian Paling Seru!): Kasih majalah bekas ke anak dan biarkan mereka merobek halaman yang warnanya mereka suka menjadi potongan-potongan kecil. Nggak perlu rapi, biarkan bentuknya asimetris. 
  3. Mulai Layering (Menempel): Oleskan lem di atas kardus, lalu biarkan si kecil menempelkan robekan majalah tadi menumpuk satu sama lain sampai seluruh permukaan kardus tertutup. Ini akan menciptakan tekstur background yang super unik. 
  4. Bentuk Nama Anak: Di selembar kertas putih atau potongan kardus lain, gambar huruf-huruf yang menyusun nama anak. Minta mereka mewarnainya pakai spidol atau cat air. Setelah kering, gunting dan tempel timbul di atas background majalah tadi. 
  5. Sentuhan Akhir: Tambahkan elemen lain yang ada di rumah! Misalnya menempelkan kancing baju bekas yang terlepas, benang wol sisa, atau daun kering yang jatuh di halaman. Pasang tali di bagian atas kardus, dan voila! Papan nama kamar anak yang super estetik siap dipajang! 

Catat juga, ya! Pada 4 Juni 2026, akan ada talkshow bertema "Reimagining Movement for Everyone". Buat kamu yang tertarik dengan ide-ide kreatif, inklusivitas, dan cara melihat gerak serta ekspresi dari perspektif yang lebih luas, sesi ini bisa jadi inspirasi seru yang sayang banget kalau dilewatkan. 

Belajar dari Kreaby: Seni Itu Tanpa Batas, Barang Bekas Bisa Jadi Indah 

Aktivitas membebaskan anak berekspresi lewat seni yang berantakan (messy art) ini sebenarnya sejalan banget dengan nilai-nilai inklusivitas dan kreativitas tanpa batas. Kalau kamu butuh referensi soal betapa kerennya karya seni yang jujur dan ekspresif, kamu harus banget ngeliat kolaborasi epik antara Hyundai Motorstudio (HMS) dan Kreaby

Buat yang belum familier, Kreaby adalah studio kreatif yang mewadahi seniman-seniman individu dengan autisme. Karya mereka itu jujur, nggak terikat aturan kaku, penuh tabrakan warna yang berani, dan selalu punya cerita di balik setiap goresannya. 

Dalam kolaborasi HMS x Kreaby, para seniman ini menyulap kanvas kosong menjadi medium storytelling tentang keberlanjutan dan masa depan ramah lingkungan. Nilai yang diangkat sangat heartwarming: Seni itu nggak kenal batas, dan segala sesuatu termasuk barang bekas di sekitar kita, bisa diolah menjadi sesuatu yang indah dan punya makna baru. 

Mindset inilah yang penting banget kita tanamkan ke anak-anak sejak dini. Lewat DIY dekorasi kamar estetik hari ini, kamu nggak cuma ngajak anak main, tapi juga ngajarin mereka melihat potensi keindahan dari barang-barang yang sudah terbuang. 

 

Menghabiskan weekend di rumah nggak melulu harus berakhir dengan kebosanan atau screen time berlebihan. Dengan sedikit kreativitas dan rela sedikit "kotor-kotoran", kamu bisa nyiptain momen bonding yang luar biasa bareng si kecil. 

Lewat mixed media art, kardus paketan dan tumpukan majalah lama bisa berubah jadi pajangan kamar yang artsy abis. Jadi, tunggu apa lagi? Ambil gunting dan lemmu sekarang, dan biarkan imajinasi si kecil terbang bebas menciptakan karya seni pertamanya! 

 

FAQ: Seputar DIY Dekorasi & Anak 

Q: Lem jenis apa yang paling aman digunakan untuk anak balita saat bikin mixed media

A: Sangat disarankan menggunakan lem stik (glue stick) berbahan dasar air yang non-toxic. Selain aman jika tidak sengaja tersentuh mulut, lem stik juga lebih mudah dibersihkan dari jari dan tidak membuat kertas terlalu basah. Hindari lem cair kuat (seperti super glue) atau lem tembak panas tanpa pengawasan ketat. 

Q: Anak saya gampang frustrasi kalau hasilnya nggak rapi atau nggak sesuai ekspektasi. Harus gimana? 

A: Puji "prosesnya", bukan "hasilnya". Katakan hal seperti, "Wah, Ibu suka banget cara Adek milih warna merah untuk ditempel di sudut ini!" Alih-alih mengkritik kerapiannya. Tekankan sejak awal bahwa dalam mixed media art, nggak ada yang namanya salah. Semakin berantakan, semakin estetik dan unik karyanya. 

Q: Apakah barang-barang upcycling ini awet dijadikan dekorasi kamar? 

A: Tentu saja! Jika ingin lebih awet dan tahan debu, setelah karya mixed media anak selesai dan kering, kamu bisa menyemprotkan clear vernis (pelapis transparan) berbahan dasar air atau melapisinya dengan campuran lem putih (PVA) dan sedikit air. Karya tersebut akan terlihat glossy dan awet bertahun-tahun. 


TOP