Hyundai Motorstudio Senayan Park
Coba deh cek laci mejamu atau dompet bagian dalam. Pasti ada aja tumpukan struk belanja, tiket nonton bioskop zaman baheula, boarding pass liburan tahun lalu, sampai kertas flyer yang entah dari mana asalnya. Kebanyakan dari kita biasanya punya kebiasaan nyimpen barang-barang kecil ini karena ada "kenangannya". Tapi ujung-ujungnya, tumpukan kertas itu cuma jadi sampah yang bikin kamar berantakan.
Daripada dibuang gitu aja ke tempat sampah dan nambahin limbah kertas, gimana kalau kita ubah barang-barang useless itu jadi karya seni yang aesthetic?
Kenalin nih tren yang lagi seliweran di FYP TikTok dan Pinterest: Junk Journaling dan Mixed Media Art. Nggak cuma ngasih vibes aesthetic buat dipamerin di sosmed, kegiatan ini ternyata jadi salah satu cara healing yang super mindful dan pastinya ramah lingkungan. Yuk, kita bongkar cara bikinnya!
Buat kamu yang belum familier, Junk Journaling adalah seni membuat buku catatan (journal) menggunakan bahan-bahan sisa atau barang bekas ("junk"). Beda sama bullet journal biasa yang halamannya bersih dan rapi, junk journal justru sengaja dibikin bertekstur, messy, dan nabrak-nabrak karena pakai kertas daur ulang, potongan majalah, sampai kain bekas.
Sedangkan Mixed Media Art adalah teknik seninya. Artinya, kamu menggabungkan berbagai macam medium di satu kanvas atau halaman. Misalnya, kamu nempel potongan koran, ditimpa pakai cat air, dicoret pakai spidol, terus ditempel stiker lucu.
Nggak ada aturan baku di sini. Junk journaling dan mixed media adalah tentang kebebasan berekspresi. Semakin nggak sempurna (imperfect), malah semakin artsy kelihatannya!
Healing yang Sustainable: Ubah Sampah Jadi Karya Seni
Kenapa sih tren ini digandrungi banget sama Gen Z dan Millennials? Jawabannya ada dua: kesehatan mental dan kelestarian lingkungan.
Nggak perlu jago gambar buat mulai. Ikuti aja 3 langkah simple ini buat bikin junk journal pertamamu:
Q: Apakah bikin junk journal butuh alat-alat crafting yang mahal?
A: Sama sekali nggak! Inti dari junk journal adalah memanfaatkan apa yang sudah ada. Kamu cuma butuh gunting, lem kertas, spidol atau pulpen bekas, dan "sampah" kertas di rumah. Nggak perlu beli washi tape atau stiker mahal kalau belum punya.
Q: Apa bedanya junk journal sama scrapbook?
A: Konsepnya mirip, tapi scrapbook biasanya lebih rapi, terstruktur, dan menggunakan material yang memang dibeli khusus (kertas motif, stiker timbul, dll) untuk mendokumentasikan foto. Sementara junk journal lebih raw, berantakan, dan murni menggunakan 100% barang daur ulang.
Q: Lem apa yang paling bagus buat mixed media art?
A: Untuk merekatkan kertas biasa, lem stik (glue stick) sudah cukup karena tidak bikin kertas keriting. Tapi kalau kamu mau menempel kain, kardus, atau elemen yang agak tebal, lem putih (PVA glue) atau double tape sangat disarankan agar lebih kuat.