Newsroom

Lagi Tren! Cara Bikin Junk Journal Aesthetic dari Barang Bekas

Hyundai Motorstudio Senayan Park 2026.05.22
Lagi Tren! Cara Bikin Junk Journal Aesthetic dari Barang Bekas

Coba deh cek laci mejamu atau dompet bagian dalam. Pasti ada aja tumpukan struk belanja, tiket nonton bioskop zaman baheula, boarding pass liburan tahun lalu, sampai kertas flyer yang entah dari mana asalnya. Kebanyakan dari kita biasanya punya kebiasaan nyimpen barang-barang kecil ini karena ada "kenangannya". Tapi ujung-ujungnya, tumpukan kertas itu cuma jadi sampah yang bikin kamar berantakan. 

Daripada dibuang gitu aja ke tempat sampah dan nambahin limbah kertas, gimana kalau kita ubah barang-barang useless itu jadi karya seni yang aesthetic

Kenalin nih tren yang lagi seliweran di FYP TikTok dan Pinterest: Junk Journaling dan Mixed Media Art. Nggak cuma ngasih vibes aesthetic buat dipamerin di sosmed, kegiatan ini ternyata jadi salah satu cara healing yang super mindful dan pastinya ramah lingkungan. Yuk, kita bongkar cara bikinnya! 

Apa Itu Junk Journaling & Mixed Media Art? 

Buat kamu yang belum familier, Junk Journaling adalah seni membuat buku catatan (journal) menggunakan bahan-bahan sisa atau barang bekas ("junk"). Beda sama bullet journal biasa yang halamannya bersih dan rapi, junk journal justru sengaja dibikin bertekstur, messy, dan nabrak-nabrak karena pakai kertas daur ulang, potongan majalah, sampai kain bekas. 

Sedangkan Mixed Media Art adalah teknik seninya. Artinya, kamu menggabungkan berbagai macam medium di satu kanvas atau halaman. Misalnya, kamu nempel potongan koran, ditimpa pakai cat air, dicoret pakai spidol, terus ditempel stiker lucu. 

Nggak ada aturan baku di sini. Junk journaling dan mixed media adalah tentang kebebasan berekspresi. Semakin nggak sempurna (imperfect), malah semakin artsy kelihatannya! 

Healing yang Sustainable: Ubah Sampah Jadi Karya Seni 

Kenapa sih tren ini digandrungi banget sama Gen Z dan Millennials? Jawabannya ada dua: kesehatan mental dan kelestarian lingkungan

  • Mindful Healing: Bikin junk journal memaksa kamu buat lepas dari layar gadget (screen-free time). Sensasi menggunting, menempel, dan menyusun warna itu ngasih efek terapeutik yang ampuh banget buat ngurangin stres dan anxiety setelah seharian kerja. 
  • Upcycling & Zero Waste: Secara nggak sadar, kamu lagi mempraktikkan gaya hidup sustainable lewat upcycling. Barang sehari-hari yang tadinya bakal berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), berhasil kamu kasih "napas baru" dan berubah jadi barang yang punya value emosional. 

Cara Gampang Bikin Junk Journal Aesthetic buat Pemula 

Nggak perlu jago gambar buat mulai. Ikuti aja 3 langkah simple ini buat bikin junk journal pertamamu: 

  1. Kumpulin "Sampah" Kamu: Siapkan kotak kecil buat nyimpen bahan-bahan. Kumpulin tiket bekas, struk kafe, tag baju baru, pita kado, potongan kardus tipis, sampai majalah lawas. 
  2. Siapkan Buku Dasar (Base): Kamu bisa pakai buku tulis bekas yang halamannya masih kosong sebagian, atau merakit sendiri beberapa kertas buram dan kertas HVS sisa menjadi sebuah buku kecil. 
  3. Mulai Layering (Tumpuk-Menumpuk): Kunci dari mixed media adalah layering. Lem kertas yang paling besar sebagai background, lalu tumpuk dengan elemen yang lebih kecil seperti tiket atau quotes dari majalah. Tambahkan sedikit sapuan cat air atau coretan doodle pakai spidol biar makin hidup. Jangan takut salah, tempel aja sesuka hati! 

 

FAQ: Seputar Junk Journaling & Mixed Media 

Q: Apakah bikin junk journal butuh alat-alat crafting yang mahal?
A: Sama sekali nggak! Inti dari junk journal adalah memanfaatkan apa yang sudah ada. Kamu cuma butuh gunting, lem kertas, spidol atau pulpen bekas, dan "sampah" kertas di rumah. Nggak perlu beli washi tape atau stiker mahal kalau belum punya. 

Q: Apa bedanya junk journal sama scrapbook?
A: Konsepnya mirip, tapi scrapbook biasanya lebih rapi, terstruktur, dan menggunakan material yang memang dibeli khusus (kertas motif, stiker timbul, dll) untuk mendokumentasikan foto. Sementara junk journal lebih raw, berantakan, dan murni menggunakan 100% barang daur ulang. 

Q: Lem apa yang paling bagus buat mixed media art?
A: Untuk merekatkan kertas biasa, lem stik (glue stick) sudah cukup karena tidak bikin kertas keriting. Tapi kalau kamu mau menempel kain, kardus, atau elemen yang agak tebal, lem putih (PVA glue) atau double tape sangat disarankan agar lebih kuat. 


TOP