.

[Notice] Pedoman Social Distancing untuk pengunjung di Hyundai Motorstudio

Close

Newsroom

5 Contoh Pencemaran Udara yang Sering Ditemui di Sekitar Kita

Hyundai Motorstudio Senayan Park 2022.07.15
5 Contoh Pencemaran Udara yang Sering Ditemui di Sekitar Kita

Ketika membicarakan contoh pencemaran udara, pikiran kita akan langsung membayangkan asap tebal yang keluar dari asap knalpot atau cerobong pabrik. Namun, ternyata itu bukan satu-satunya contoh pencemaran udara.

Di luar sana, masih banyak contoh pencemaran udara lainnya yang menyebabkan dampak serius bagi planet bumi. Kalau sampai pencemaran udara terus meningkat, maka perubahan iklim atau pemanasan global akan menjadi ancaman serius.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita mempelajari apa saja contoh pencemaran udara agar bisa mengurangi dampak pencemaran udara.

Contoh Pencemaran Udara

Pencemaran udara ada yang terlihat dan tidak terlihat. Kabut asap dari kebakaran hutan adalah contoh pencemaran udara yang terlihat. Sedangkan, nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan karbon monoksida adalah jenis atau contoh pencemaran udara yang tidak terlihat.

Mari kita simak beberapa contoh pencemaran udara yang umum dijumpai di sekitar lingkungan berikut:

1. Asap Knalpot Kendaraan

Sumber pencemaran udara nomor satu di lingkungan sekitar adalah asap knalpot. Contoh pencemaran udara ini melepaskan racun kimia seperti karbon monoksida dalam jumlah tinggi.

Inilah sebabnya, sangat direkomendasikan menggunakan mobil listrik yang lebih ramah lingkungan. Mobil listrik menggunakan tenaga baterai dan tidak menggunakan bahan bakar fosil. Sehingga, lebih sedikit melepaskan racun emisi karbon bahkan 0% emisi karbon ke lingkungan sekitar.

2. Asap Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Bumi

Selain asap knalpot, asap dari pembakaran minyak bumi di pembangkit listrik adalah contoh pencemaran udara yang memprihatinkan. Bahan kimia seperti belerang oksida dilepaskan selama proses pembakaran yang langsung menuju atmosfer.

Kalau sampai belerang oksida bercampur dengan air hujan, maka akan terjadi hujan asam. Itulah mengapa, bahan bakar ramah lingkungan seperti matahari, angin dan nuklir perlu dieksplorasi lebih rinci. Karena bisa menjadi alternatif bahan bakar ramah lingkungan di pembangkit listrik.

3. Asap Pabrik

Contoh pencemaran udara selanjutnya adalah asap pabrik. Hampir menyerupai asap knalpot kendaraan, asap pabrik dalam skala besar setiap hari mengeluarkan polutan ke udara.

Di seluruh dunia, asap pabrik menyebarkan racun kimia ke udara. Jika dibiarkan terus-menerus, maka asap pabrik akan mencemari udara yang berakibat meningkatkan pemanasan global.

4. Gas Amonia dari Peternakan dan Pertanian

Setiap hari, kotoran hewan ternak melepaskan gas amonia yang menjadi salah satu gas paling berbahaya di lingkungan. Bukan hanya peternakan hewan, kegiatan pertanian juga sama.

Ada banyak bahan kimia beracun yang masuk ke atmosfer dari pemakaian pestisida atau pupuk kimia.

5. Asap Gunung Berapi

Berikutnya, contoh pencemaran udara adalah dari fenomena alam, seperti asap gunung berapi, kebakaran hutan, maupun badai debu. Peristiwa alam yang terjadi di bumi merupakan salah satu penyebab pencemaran udara yang berdampak pada lingkungan sekitar.

Asap gunung berapi atau asap kebakaran hutan dapat menimbulkan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).

6. Asap Rokok

Jangan lupa, selain contoh pencemaran udara yang terjadi di alam bebas, ada pula contoh pencemaran udara di dalam rumah kita sendiri. Contohnya seperti asap rokok atau asap cerutu. Aktivitas merokok melepaskan zat kimia beracun yang berbahaya jika terhirup, terutama anak-anak atau orang yang riwayat penyakit pernapasan.

Selain asap rokok, contoh pencemaran udara di rumah seperti penggunaan bahan kimia, terutama pemutih pakaian. Jadi, meskipun contoh pencemaran udara di dalam rumah tampak sepele, tapi jangan diabaikan karena berdampak pada kesehatan kita.

Jenis Pencemaran Udara

Setelah memahami contoh pencemaran udara yang umum dijumpai, sekarang kita akan belajar tentang apa saja jenis polusi udara yang umum dialami di perkotaan beserta dampak bahayanya bagi lingkungan.

1. Ozon  (O3)

Ozon permukaan tanah berasal dari bahan kimia industri berbahaya dan pembakaran minyak bumi atau batu bara. Di perkotaan, ozon permukaan tanah dari sektor industri akan bereaksi dengan sinar matahari.

Inilah mengapa tingkat ozon cenderung lebih tinggi dan lebih berbahaya ketika musim panas.

2. Nitrogen Oksida (NOx)

Jenis polusi udara perkotaan yang berbahaya lainnya adalah sekelompok gas yang dikenal sebagai nitrogen oksida . Keduanya sangat reaktif dan tidak berbau. Sumber atau penghasil utama nitrogen oksida adalah kendaraan, pembangkit listrik tenaga minyak bumi, dan bentuk pembakaran bahan bakar fosil.

3. Karbon Monoksida (CO)

Karbon monoksida tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi sangat beracun. Karbon monoksida sering menyebabkan keracunan gas bila terhirup di dalam ruangan maupun luar ruangan.

Biasanya, dihasilkan oleh asap kendaraan, asap mesin industri, serta pembakaran minyak bumi dan batu bara.

4. Sulfur Dioksida  (SO2)

Pernahkah kamu berjalan di pinggir jalan raya yang padat? Truk atau bus sering mengeluarkan asap knalpot dan ikut terhirup para pejalan kaki atau pengendara yang melintas.

Asap inilah yang mengandung belerang dioksida atau sulfur dioksida (SO2). Biasanya, di perkotaan sulfur dioksida berasal dari pembakaran solar  dari kendaraan bermesin diesel. Gas sulfur dioksida kemudian akan bereaksi di udara untuk membentuk partikel mikro yang dalam jumlah besar menjadi kabut asap.

Akan tetapi, sulfur dioksida juga bisa dihasilkan dari peristiwa alam seperti asap gunung berapi yang meletus.

5. Materi Partikulat (PM10 dan PM2.5)

Berdomisili di perkotaan, kamu mungkin pernah melihat lapisan kabut abu-abu yang menutupi sebagian besar awan. Bahkan, di ibukota Jakarta, terkadang sulit melihat dengan jelas bintang-bintang saat malam hari karena pencemaran udara yang sangat pekat.

Kabut ini muncul ketika terdapat konsentrasi materi partikulat (PM) yang tinggi di udara. Terdapat PM10 dan PM2.5.

  • PM10 : Partikel yang berdiameter kurang dari atau sama dengan 10 mikrometer. Contohnya termasuk debu, serbuk sari, dan jamur.
  • PM2.5 : Partikel halus yang berdiameter kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Atau, dalam arti kata lain, seukuran 1/30 sehelai rambut (terlalu kecil dilihat mata). Sangat berbahaya jika terhirup dan masuk paru-paru.

Lingkungan perkotaan seperti lokasi konstruksi, cerobong asap pabrik, dan jalan yang tidak beraspal dapat melepaskan partikel mikro seperti debu, asap, dan jelaga yang tertiup angin.

Cara Melindungi Diri Dari Dampak Pencemaran Udara

Terdapat solusi sederhana agar bisa melindungi diri dari pencemaran udara atau polusi udara. Di antaranya:

  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan.
  • Terus memantau analisa kualitas udara di kota tempat tinggalmu.
  • Memakai masker dengan baik untuk menghalangi debu dan partikel mikro lainnya.

Demikianlah ulasan kita tentang beberapa contoh pencemaran udara yang umum dijumpai di perkotaan dan sekitar lingkungan. Dengan mempelajari contoh pencemaran udara tersebut, kita bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas udara bersih yang kita hirup sehari-hari. 


TOP