Newsroom

Ciptakan Rumah Ramah Lingkungan dengan 8 Kiat Sederhana

Hyundai Motorstudio Senayan Park 2022.06.16
Ciptakan Rumah Ramah Lingkungan dengan 8 Kiat Sederhana

Menjaga lingkungan idealnya dimulai dari lingkup terdekat, yaitu rumah. Sebagai tempat tinggal dan sebagai upaya menjaga lingkungan, desain rumah harus merujuk pada kaidah eco-friendly.

Eco-friendly semisal diterjemahkan ke dalam aspek hunian, hasilnya menjadi eco-house, atau rumah ramah lingkungan. Prinsip utama dari penerapan eco-house yaitu membuat hunian yang berfokus menjaga lingkungan. Praktiknya bisa beragam, misalnya menggunakan energi terbarukan.

Mulai dari proses pembuatan sampai saat sudah jadi dan ditempati, rumah sebisa mungkin tak memicu dampak negatif bagi ekosistem, lebih-lebih untuk lingkungan sekitar hunian.

Cara Membuat Rumah Ramah Lingkungan

Membangun rumah ramah lingkungan sebenarnya tak jauh beda dengan rumah pada umumnya, hanya saja fokusnya yang beda. Semisal tak yakin harus memulai dari mana, poin berikut bisa menjadi acuan untuk membuat eco-house yang ideal.

1. Orientasi Bangunan

Terlepas dari lokasi yang dipilih, orientasi bangunan akan memainkan peran penting. Tentunya dengan menimbang berbagai aspek seperti akses, lahan, dan iklim lingkungan sekitar.

Orientasi bangunan paling ideal di area panas yaitu menghadap utara atau selatan dengan disertai banyak bukaan di bagian timur, sementara bagian barat diberi jendela kecil. Sementara untuk rumah di area yang lebih dingin, orientasi bangunan harus berkebalikan.

Alokasikan juga lahan hijau saat merencanakan orientasi bangunan. Lahan hijau bisa berupa taman belakang rumah yang nantinya berguna sebagai penyaring karbon hasil rumah tangga.

2. Material

Ada banyak pertimbangan terkait material bangunan pada rumah ramah lingkungan. Jika kekuatan dan kekokohan menjadi fokus penting, baiknya gunakan material permanen seperti semen, pasir, batu bata, dan lainnya.

Lain hal jika aspek estetik dan atraktif yang menjadi fokus, bahan baku seperti kayu dan bambu bisa dijadikan material utama dalam membuat rumah. Material ini dinilai lebih ramah lingkungan karena termasuk jenis organik dan renewable energy.

Yang harus diingat, material yang digunakan sebaiknya tidak diambil dengan cara merusak lingkungan karena ini sama saja akan mencederai prinsip konservasi.

3. Jendela

Bagian rumah yang ada di sisi timur sebaiknya diberi jendela dengan bukaan besar. Fungsinya yaitu membiarkan cahaya pagi hari masuk ke dalam rumah. Sebaliknya, sisi yang menghadap barat diberi jendela dengan dimensi kecil untuk membatasi sinar matahari.

Alasannya sederhana. Cahaya pagi mampu menghangatkan kondisi rumah tanpa panas berlebihan, sementara cahaya sore hari cenderung lebih panas sehingga harus dibatasi penyerapannya.

Soal desain jendela, ini sepenuhnya tergantung pada preferensi pribadi. Yang harus menjadi catatan, jendela juga berfungsi sebagai area sirkulasi udara, bukan pencahayaan semata.

4. Pencahayaan

Mengusung konsep rumah ramah lingkungan, aspek pencahayaan rumah harus mencerminkan ramah energi. Untuk ini, cahaya alami jelas harus lebih diutamakan dibanding jenis energi lain, misalnya dengan memanfaatkan jendela rumah.

Tapi ruangan tertentu pasti tetap memerlukan lampu. Pada kasus ini, pilih lampu LED yang menawarkan durasi pakai lebih lama, sampai 30 ribu jam dibanding 10 ribu jam lampu CFL.

Sebagai sumber utama listrik, panel surya menawarkan kinerja lebih baik dalam menjaga lingkungan. Untuk kualitas terbaik, satu unit panel surya mampu beroperasi optimal sampai 20-30 tahun ke depan. Keistimewaan ini bisa didapat hanya dengan sekali membeli.

5. Pengairan

Sistem pengairan dalam rumah tangga juga harus dipertimbangkan. Aplikasinya tak sesulit yang dibayangkan, tapi juga tak mudah dilakukan.

Sumber air harus menjadi perhatian utama, dan sebisa mungkin ciptakan siklus pengairan sendiri. Langkah konkritnya seperti membuat sumur resapan, memakai bio septic tank, dan me-recycle air limbah dengan water purifier.

Semisal tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi, tambahkan tanki ‘pemanen’ hujan sebagai media penyimpanan air. Ini akan mengurangi risiko banjir dan tanah longsor sekaligus menjaga suplai air.

6. Furnitur

Rumah baru tak harus selalu furnitur baru dengan merek ternama. Saat ini banyak furnitur yang diproduksi dengan mendaur ulang kayu, yang mana lebih ramah lingkungan dibanding produk baru.

Menggunakan kembali furnitur daur ulang berarti ikut andil mengurangi sampah furnitur yang boleh jadi hanya akan berakhir di tempat pembuangan. Semisal punya waktu lebih, coba buka internet dan lihat koleksi barang bekas yang sekiranya cocok untuk melengkapi rumah.

Furnitur bekas masih menawarkan masa pakai yang lama, atau tergantung kondisi, akan butuh sedikit perbaikan. Sisi positifnya, furnitur lama seringnya menawarkan nilai antik dengan kekhasan tersendiri.

7. Aksesori

Aksesori akan membuat rumah lebih dari sekedar layak huni, tapi juga punya nilai estetik tinggi. Lukisan, hiasan, karpet, gorden, dan ornamen yang dipilih sebaiknya ramah lingkungan seperti vas daur ulang, rak dari kayu bekas, dan beberapa produk second lain.

Misalnya saat mewarnai tembok rumah, gunakan cat berbahan dasar air. Mayoritas cat yang beredar saat ini berbahan dasar oli sehingga kurang ramah lingkungan. Mengingat berapa banyak waktu yang dihabiskan di rumah, meminimalkan eksposur bahan kimia jelas penting.

8. Interior

Desain interior rumah begitu penting diperhatikan karena merupakan area rumah yang paling sering diakses. Bahkan, desain interior mampu mempengaruhi suasana hati.

Beruntungnya, mayoritas desain interior ramah lingkungan sangat estetik dan memanjakan mata. Konsep ruangan boleh saja klasik atau kontemporer, tapi unsur ramah lingkungan harus tetap ada lewat beberapa pilihan interior yang digunakan.

Satu contoh konkrit, membawa masuk apa yang ada di luar, seperti membuat taman dalam rumah. Tanaman bonsai, bunga lavender dan lainnya, bisa diletakkan di samping jendela atau di pojok ruangan untuk membuat suasana terasa lebih hidup.


TOP