.

Newsroom

Konsep Green Building dan Penerapannya

Hyundai Motorstudio Senayan Park 2022.08.17
Konsep Green Building dan Penerapannya

Banyak yang mengira bahwa green building hanya dibuat dengan menambahkan tanaman rambat pada dinding rumah atau panel surya. Konsep green building lebih dari itu!

Sebagai gambaran, 90% listrik dihabiskan untuk memasok bangunan gedung dan rumah. Dengan menerapkan konsep green building, konsumsi listrik bisa berkurang hingga 50%. Itu sebabnya, green building memegang peran kunci dalam memerangi perubahan iklim.

Green building meminimalkan pemakaian energi dan sumber air. Lewat berbagai manfaatnya, green building kini kian populer diimplementasikan pada bangunan modern.

Apa Itu Konsep Green Building?

Green building lebih dari sekedar bangunan yang dibuat memakai material daur ulang ramah lingkungan. Konsep bangunan ini mencakup apapun yang terkait dengan bangunan.

Konsep green building didasarkan pada aspek lingkungan tanpa mencederai prinsip sustainable environment. Tujuan utamanya yaitu meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memaksimalkan dampak positif pada alam dan manusia sebagai penghuninya.

Diperlukan rencana menyeluruh terkait implementasi green building, dari desain, konstruksi, operasi, dan perawatan. Tujuannya yaitu meningkatkan efisiensi bangunan dengan mengintegrasikan teknologi terbaru untuk menyediakan kebutuhan energi dan membangun lingkungan yang sehat.

Aspek yang menjadi prioritas dalam green building termasuk efisiensi energi dan sumber daya alam. Konsumsi energi harus dibuat seminimal mungkin agar tak memproduksi efek rumah kaca.

Green building idealnya harus berupa bangunan yang memungkinkan penghuninya melestarikan alam di sekitar tapi tetap mampu menyajikan manfaat utama sebagai gedung atau rumah.

Proses konstruksi dan saat beroperasi harus mampu mencerminkan lingkungan sehat sehingga tak mengganggu tanah, air, dan sumber daya lain yang berada di sekitar bangunan.

Untuk saat ini, konsep green building lebih diperlukan karena mampu mengurangi pemanasan global, menjaga cadangan sumber daya alam, dan meningkatkan kesehatan manusia.

Penerapan Konsep Green Building

Sektor bangunan menyumbang lebih dari sepertiga efek rumah kaca secara global. Angka ini berpotensi naik di masa mendatang semisal tak ada intervensi terkait model bangunan yang saat ini berkembang.

Green building mengkombinasikan berbagai pendekatan terbaik seperti material, teknologi, dan praktik pada semua aspek bangunan. Pendekatan seperti ini memastikan bahwa gedung tak memberi dampak buruk bagi manusia dan lingkungannya.

Salah satu langkah penerapannya yaitu dengan memakai energi terbarukan di semua aspek, seperti material bersifat inovatif yang tak bergantung pada energi alam.

Memaksimalkan pemakaian energi terbarukan merupakan fokus utama dari konsep green building. Memakai panel surya termasuk salah satu praktik yang banyak diadopsi dari aspek teknologi.

Dari aspek desain, bangunan bisa diposisikan sesuai kondisi cuaca lokal agar bisa memaksimalkan sirkulasi udara dalam rumah saat musim panas tapi tetap mendapat cahaya saat musim dingin. Dalam hal ini, orientasi jendela juga harus dipikirkan.

Tumbuhan dan tanaman sudah mencari ciri khas konsep green building. Beberapa bangunan modern bahkan memakai atap hijau untuk mengelola air hujan, membuat insulasi, dan mendinginkan udara sekitar.

Menambahkan taman mampu memaksimalkan penyerapan air dan polusi sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal.

Kelebihan Green Building

Manfaat green building sangat bervariasi, dari lingkungan ke ekonomi dan sosial. Dengan mengadopsi konsep ini, manusia bisa mendapat keuntungan yang ditawarkan alam. Beberapa kelebihan green building termasuk:

1. Hemat Air

Konsep green building yang ideal mampu mengurangi konsumsi air hingga 30% dibanding bangunan konvensional. Di sisi lain, bangunan ramah lingkungan mampu mengurangi 62% efek rumah kaca.

Energi yang diperlukan hunian juga lebih rendah 50% dalam satu tahun. Itu berarti, produksi emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga akan turun drastis.

2. Melestarikan Sumber Daya Alam

Mayoritas rumah saat ini hanya difungsikan sebagai tempat tinggal, tapi dengan menerapkan konsep green building, rumah dapat menawarkan fungsi tambahan sebagai cagar perlindungan alam.

Sektor bangunan punya potensi besar dalam mengurangi jumlah emisi dibanding sektor lain yang sama-sama memproduksi emisi karbon dalam jumlah besar. Potensi emisi yang bisa dicegah mencapai 84 gigaton karbon dioksida hingga tahun 2050.

Kondisi ini terjadi karena green building sangat efisien dalam pemakaian energi, meski energi yang digunakan berupa energi terbarukan. Hasilnya, terjadi penurunan suhu global hingga 2 C.

3. Meningkatkan Kualitas Udara Dan Air

Riset menjelaskan bahwa kualitas udara yang baik dalam rumah, dalam hal ini rendah polusi karbon, dan ventilasi udara yang ideal mampu memperbaiki konsentrasi oksigen hingga 8%.

Green building juga membantu ekosistem karena memakai energi terbarukan, mengurangi polusi, dan mengharuskan penghuni agar menerapkan pola hidup zero waste, sekaligus memilih produk non-toksik dan ramah lingkungan.

Lingkungan harus menjadi fokus dalam desain, konstruksi, operasi, dan memungkinkan bangunan untuk diadaptasi sesuai perubahan lingkungan.

4. Mengurangi Biaya Dan Meningkatkan Harga Jual

Konsep green building menawarkan biaya pembangunan lebih murah, sementara harga jual bangunan saat sudah selesai akan jadi lebih mahal.

Terlepas apakah bangunan tersebut baru atau lama, terdapat kenaikan harga 7% dibanding model bangunan konvensional. Untuk pengembang, green building jelas menjanjikan margin profit tinggi.

5. Meningkatkan Produktivitas Penghuni

Fokus green building tak hanya sebatas pada lingkungan semata, tapi juga pada penghuninya. Selain ramah lingkungan, green building ternyata mampu meningkatkan produktivitas, kesehatan, dan kebahagiaan.

Manfaat positif ini didapat karena biaya operasional bangunan sangat rendah sehingga secara psikologis penghuni rumah tak akan terbebani dengan tagihan apapun.

Satu studi menunjukkan bahwa individu yang bekerja di ruangan terbuka yang disertai ventilasi ideal mengalami kenaikan 101% dalam fungsi otak kognitif. Sementara itu, pekerja dalam kantor dengan jendela kecil hanya memiliki waktu produktif sekitar 46 menit jika ditotal.


TOP