Newsroom

Mau Bisnis F&B? Berikut 5 Material Kemasan Ramah Lingkungan

Hyundai Motorstudio Senayan Park 2022.06.17
Mau Bisnis F&B? Berikut 5 Material Kemasan Ramah Lingkungan

Mayoritas kemasan produk yang beredar saat ini terbuat dari plastik sintetis. Sayangnya, plastik merupakan polutan terbesar karena perlu ratusan tahun agar terurai secara alami.

Bisnis food and beverage (F&B) termasuk salah satu pengguna terbesar plastik. Padahal plastik mengandung polyvinyl chloride (PVC), satu di antara senyawa paling beracun yang berbahaya untuk kesehatan dan lingkungan.

Senyawa lain yang juga sama bahayanya yaitu ethylene dichloride, dioxins, phthalates, lead, dan cadmium, yang semuanya terkandung dalam plastik.

Kenapa Harus Menggunakan Kemasan Ramah Lingkungan?

Jawaban singkatnya, supaya tidak merusak lingkungan!

Logika sederhananya, bagian produk yang selalu terbuang yaitu kemasan dan biasanya berakhir sebagai sampah. Akan jadi masalah jika kemasan tersebut berupa plastik yang masuk kategori non-degradable.

Ambil contoh saat memesan pizza online. Apa yang dibutuhkan sebenarnya hanya pizza, sementara kardus kemasan dan plastik pembungkus seringnya berakhir menjadi sampah. Untuk lingkungan, ini jelas bencana mengingat sifat alami plastik yang sulit diurai.

Terkait kemasan produk, Oceania menjelaskan bahwa Amazon saja mampu menghasilkan sampah kemasan produk hingga 211 juta kg pada 2019. Bisa dibayangkan berapa jumlahnya jika ditambahkan dengan toko online lain.

Statistik ini menunjukkan kalau semakin penting bagi bisnis untuk memakai kemasan ramah lingkungan.

Selain berakhir menjadi sampah, plastik juga harus dihindari terkait kesehatan. Seperti yang sudah disebut, mayoritas kandungan plastik sangat membahayakan tubuh.

Terlebih untuk bisnis F&B, kemasan yang berbahan dasar plastik sintetis harus dihindari. Saat digunakan membungkus makanan, senyawa kimia dalam plastik dapat mengkontaminasi. Memakai kemasan ramah lingkungan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi kondisi tersebut.

Ini didukung oleh data dari McKinsey yang menunjukkan pembeli saat ini lebih peduli efek yang ditimbulkan kemasan pada lingkungan dan 70% pembeli bersedia membayar lebih untuk memakai kemasan produk ramah lingkungan.

Lebih dari itu, mengadopsi kemasan ramah lingkungan menunjukkan pada konsumen bahwa bisnis F&B juga ikut berkomitmen menjaga lingkungan.

5 Opsi Kemasan Ramah Lingkungan

Kemasan produk ramah lingkungan terbuat dari material yang mudah terurai oleh organisme sehingga tak memicu sampah. Tapi, seperti apa material kemasan yang ramah lingkungan? Berikut pilihannya!

1. Karton Daur Ulang

Ganti karton kemasan standar dengan karton daur ulang. Dengan begitu, tak ada hutan yang akan dibabat habis hanya untuk memproduksi karton yang akhirnya menjadi sampah.

Dengan menggunakan apa yang sudah ada sebelumnya, potensi penumpukan sampah bisa dikurangi secara drastis. Akan lebih baik jika semua kemasan diganti dengan karton daur ulang sehingga potensi paparan kimia dari material plastik bisa dihindari.

Diperkirakan 165 juta paket beredar tiap tahun, dan ini hanya menghitung Amerika saja. Jumlah karton yang digunakan untuk paket tersebut setara 1 juta pohon. Statistik ini hanya untuk 1 tahun, 1 negara dari 195 negara, dan 1 porsi dari total volume toko online di dunia.

Karton daur ulang sangat ramah lingkungan, dan sebagai pebisnis F&B yang ingin turut berkontribusi menjaga lingkungan, mulai dari sini!

2. Bubble Wrap Kertas

Bisnis F&B bisa beragam macamnya. Pada beberapa jenis makanan atau hidangan, bubble wrap diperlukan untuk membungkus makan agar bentuk aslinya tetap terjaga. Salad, roti, buah, dan kue kering biasanya harus disertai bubble wrap saat dibungkus.

Tapi karena bubble wrap terbuat dari plastik yang sama sekali tidak ramah lingkungan, penggunaannya harus dihentikan. Inovasi baru bubble wrap dari kertas lalu muncul dengan fungsi yang sama.

Bubble wrap kertas menggunakan lembaran kertas panjang yang dilipat-lipat dan diberi lubang sehingga menghasilkan efek bantalan yang sama dengan bubble wrap versi plastik, yaitu meredam guncangan.

3. Biofoam

Material Styrofoam termasuk non-degradable sehingga hanya akan mengendap sampai ratusan tahun saat masuk tempat pembuangan. Isu ini sudah berlangsung lama sehingga beberapa negara melarang pemakaian Styrofoam, lebih-lebih untuk produk F&B.

Biofoam kemudian muncul untuk menggantikan Styrofoam karena lebih ramah lingkungan dan dapat terurai secara alami. Material utama biofoam terbuat dari sari pati yang dikombinasi serat guna memperkuat strukturnya.

Karena merupakan metode terbaru, daya tahan yang ditawarkan biofoam masih rendah sehingga pemakaiannya sementara dibatasi untuk produk F&B yang memiliki kadar air rendah.

4. Daun

Daun termasuk jenis kemasan yang mulai ditinggalkan karena dianggap kuno dan berkonotasi ‘rendah’. Padahal ada banyak nilai plus dibanding minusnya.

Sudah terlihat jelas bahwa daun termasuk material organik yang mudah terurai, dan pastinya bebas bahan kimia. Untuk bisnis F&B, penggunaan daun jelas lebih disarankan. Baik untuk hidangan kering atau basah, daun masih tetap bisa difungsikan sebagai kemasan.

Pemakaian daun sebagai kemasan makanan bahkan sudah dimulai sejak peradaban mulai terbentuk. Beberapa jenis daun yang umum dimanfaatkan seperti daun pisang, daun kelapa, daun bambu, daun jati, daun talas, daun jambu air, daun mangkokan, dan daun patat.

Selain ramah lingkungan, daun menawarkan nuansa tradisional yang lekat dengan makanan sehat tempo dulu. Sayangnya, beberapa jenis daun sekarang mulai sulit didapat.

5. Bambu

Selain bisa dimanfaatkan daunnya, batang bambu juga menawarkan manfaat yang sama baiknya. Ramah lingkungan sudah jelas, unik sudah pasti!

Faktanya, banyak kedai kopi modern yang mulai mengganti gelas kaca dengan gelas bambu. Selain lebih ramah lingkungan, bambu menawarkan nilai keunikan yang tak biasa.

Untuk kemasan produk, bambu yang digunakan berupa bambu anyaman yang dibentuk menyerupai keranjang atau bentuk lain sesuai dengan penggunaannya. Meski cukup kuat dan bisa diandalkan, sayangnya kemasan produk dari bambu dinilai kurang fleksibel.


TOP