.

[Notice] Pedoman Social Distancing untuk pengunjung di Hyundai Motorstudio

Close

Newsroom

9 Cara Menanggulangi Pencemaran Udara Paling Sederhana

Hyundai Motorstudio Senayan Park 2022.07.14
9 Cara Menanggulangi Pencemaran Udara Paling Sederhana

Kamu mungkin sudah sering mendengar konsep tentang cara menanggulangi pencemaran udara. Namun, cara menanggulangi pencemaran udara ini tak semudah yang dibayangkan.

Lebih dari sekadar kabut asap, kualitas udara yang tercemar menyebabkan berbagai penyakit pernapasan hingga pemanasan global. Jika kita menutup mata terhadap pencemaran udara, bukan hanya membahayakan kesehatan diri sendiri. Namun juga, kelestarian bumi untuk generasi mendatang.

Jangan khawatir, kamu masih bisa membuat perubahan. Dengan beberapa cara menanggulangi pencemaran udara berikut, kamu bisa segera meningkatkan kualitas udara di rumah dan di sekitar lingkungan.

1. Bersepeda Atau Berjalan Kaki

Cara menanggulangi pencemaran udara yang pertama adalah membatasi pemakaian mobil. Pilih berjalan kaki atau bersepeda untuk menjangkau lokasi yang tidak terlalu jauh.

Jika kamu ingin pergi ke tempat jauh, pertimbangkan transportasi umum seperti bus atau kereta api. Transportasi umum membantu mengurangi kemacetan di jalan serta mengurangi emisi karbon. Setiap penumpang kereta api dan bus menghasilkan emisi karbon, rata-rata 7 kali lebih rendah ketimbang mobil

2. Komunitas Nebeng atau Berbagi Mobil

Bila memang harus menggunakan mobil untuk bekerja atau kuliah setiap hari, pertimbangkan ikut komunitas nebeng mobil. Saat ini di berbagai kota seluruh Indonesia komunitas nebeng mobil memiliki 80.000 anggota.

Dalam satu mobil bisa ditumpangi 7 orang. Hal ini akan mengurangi kemacetan, menghemat ongkos bahan bakar, serta mendukung program penurunan emisi karbon.

3. Menggunakan Mobil Listrik

Berikutnya, cara menanggulangi pencemaran udara yang selaras dengan perkembangan zaman adalah penggunaan mobil listrik. Seperti yang diketahui, mobil listrik mengeluarkan 0% emisi karbon. Jadi, mobil listrik sangat efisien untuk mengurangi dampak pemanasan global.

Mengganti kendaraan berbahan bakar solar atau bensin dengan mobil listrik demi kelestarian planet. Di Shenzhen, China, misalnya, transportasi umum yang semula bertenaga diesel, telah diubah bertenaga listrik. Hal ini mendukung pengurangan emisi karbon hingga 48% dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan.

4. Menghindari Pembakaran Lahan

Masyarakat perlu diberikan edukasi tentang teknologi pertanian yang lebih ramah lingkungan. Beberapa daerah di Indonesia, pembukaan lahan baru masih memakai metode pembakaran tanaman atau pembakaran lahan. Hal ini bisa berdampak pada kebakaran hutan yang meluas dan sulit dipadamkan.

Program penyuluhan pertanian menjadi kunci keberhasilan. Polandia, misalnya, sebagian besar wilayah sudah menghapus praktik pembakaran lahan setelah panen gandum. Selain itu, petani diberikan subsidi mesin pengolahan jerami gandum. Sehingga, sumber pencemaran udara bisa menurun.

5. Tidak Membakar Sampah

Pembakaran sampah domestik telah meningkat selama beberapa dekade terakhir. Bahkan, menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di Inggris. Pembakaran bahan bakar padat, seperti pembakaran sampah daun, penghangat ruangan dari tungku kayu, atau memasak tradisional dengan tungku kayu, berdampak besar pada pencemaran udara.

Cara menanggulangi pencemaran udara adalah menghindari pembakaran sampah domestik. Alternatifnya, kumpulkan sampah yang dapat didaur ulang untuk “ditabung” ke bank sampah. Bila tak ingin repot, sampah seperti sisa makanan atau dedaunan kering, bisa dikubur di dalam tanah sebagai pupuk organik.

6. Mengurangi Asupan Daging dan Susu

Kita memahami betapa pentingnya asupan daging dan susu untuk anak-anak yang sedang tumbuh. Meski begitu, para ilmuwan telah menemukan fakta bahwa peternakan sebenarnya merupakan penghasil 50% pencemaran udara secara global.

Peternakan sapi dan sapi perah harus bertanggung jawab atas emisi karbon dan ammonia yang dihasilkan. Gas ammonia tidak hanya mencemari udara, namun juga permukaan air dan tanah.

7. Menanam Lebih Banyak Pohon

Pernahkah kamu merasa nyaman dan sejuk ketika berteduh di bawah pohon rindang? Tanaman membantu meningkatkan kualitas udara dalam jangka panjang. Bahkan, menanam hanya satu pohon di rumah, akan memberikan dampak besar pada kualitas udara dan lingkungan lebih sehat.

Tanaman akan menyerap racun dan karbon dioksida di udara. Para peneliti di University of Southampton menjelaskan temuan yang mencengangkan. Satu pohon dapat menghilangkan 850-2.000 ton partikel berbahaya dari udara per tahun.

Selain menghilangkan racun dan partikel berbahaya di udara, pohon mampu menurunkan kadar nitrogen dioksida, sulfur dioksida, karbon dioksida dan monoksida, ozon, benzena, dan dioksin. Beberapa tanaman pembersih udara juga bisa menjadi tanaman hias di rumah. Seperti tanaman lidah buaya, puring, beras wutah, monstera, calathea, dan masih banyak lagi.

Pohon atau tanaman ternyata tak sekadar penyaring udara alami. Tanaman juga membuat udara terasa sejuk agar bisa lebih irit pemakaian AC. Penurunan suhu sekecil apapun akan berdampak besar bagi pemanasan global. Sebab, banyak senyawa dan bahan kimia pembentuk ozon di permukaan tanah yang bergantung pada suhu.

Ini artinya, jika suhu bumi meningkat, senyawa kimia akan berubah menjadi polutan yang berbahaya. Untuk itu, tanam lebih banyak pohon di sekitar rumah. Mulailah dari lingkungan kecil dulu agar menginspirasi tetangga dan orang lain.

8. Mendukung Zona Udara Bersih

Salah satu cara menanggulangi pencemaran udara adalah mendukung Zona Udara Bersih. Di London dan Skotlandia, misalnya, telah menerapkan sejumlah regulasi yang mengurangi emisi karbon di perkotaan. Hukum di Inggris menyebutkan bahwa Zona Udara Bersih adalah area khusus yang mengenakan denda atau sanksi bagi kendaraan yang tinggi kadar emisi karbon.

Kendaraan yang melebihi batas emisi karbon tidak bisa memasuki area Zona Udara Bersih, atau harus membayar biaya tambahan bila ingin melintas. Contohnya di area sekolah, jalan-jalan protokol, ataupun jalan perkotaan yang padat.

9. Berhenti Merokok

Pada ahli mengatakan asap rokok adalah salah satu polutan udara yang paling umum. Jadi, dengan berhenti merokok atau tidak merokok sama sekali adalah cara menanggulangi pencemaran udara yang sederhana dari setiap individu.

Asap rokok terdiri dari partikel yang mengandung bahan kimia berbahaya. Terlebih, jika merokok dalam ruangan, asap rokok tetap menempel pada pakaian, karpet, atau kulit.

Selain itu, anak-anak sangat rentan terhadap paparan asap rokok, terutama mereka yang memiliki riwayat jantung dan paru-paru. Baik rokok elektronik maupun rokok tembakau adalah sumber polusi dan pencemaran udara. Uap atau asap rokok mengandung senyawa organik yang mudah menguap, logam berat, serta bahan kimia yang mengganggu paru-paru.

Semoga dengan memahami beberapa cara menanggulangi pencemaran udara di atas, kita bisa semakin sadar pentingnya kebersihan udara. Pencemaran udara mungkin tidak terlihat. Namun, dampak dan bahayanya sangat merusak kehidupan makhluk hidup.

Jangan anggap remeh kualitas udara yang kita hirup setiap hari. Sebab, kualitas udara yang bersih akan menentukan kesehatan dan kualitas hidup kita, kini dan nanti.


TOP